Paper: Analisis Porter 7-Eleven

SEKILAS MENGENAI 7-ELEVEN

7-Eleven merupakan jaringan convenience store yang berasal dari Amerika Serikat. 7-Eleven pertama kali didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff, Texas. Nama 7-Eleven pertama kali digunakan pada tahun 1946 karena pada waktu itu 7-Eleven beroperasi mulai pukul 7 pagi hingga 11 malam (saat ini beroperasi 24 jam). Pada tahun 1991, Southland Corporation, pemilik 7-Eleven, menjual sebagian besar sahamnya kepada Ito-Yokado, jaringan supermarket Jepang. Southland Corporation kemudian diubah namanya menjadi 7-Eleven, Inc pada tahun 1999.  7-Eleven berkembang dengan pesat dan di tahun 2004, lebih dari 26.000 gerai 7-Eleven tersebar di 18 negara dengan pasar terbesar Amerika Serikat dan Jepang. Pada tahun 2005, seluruh saham 7-Eleven diambil alih oleh Seven & I Holdings Co. sehingga perusahaan ini sepenuhnya berada di bawah kepemilikan Jepang

Gambar

Gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk, umumnya makanan, minuman, dan majalah. Tersedia pula layanan, seperti pembayaran tagihan, games cards, music cards, phone cards, layanan kas, dan sebagainya. Produk kas 7-Eleven adalah Slurpee, sejenis minuman es bersoda dan Big Gulp, minuman soft drink berukuran besar.

Gambar

Di Indonesia, 7-Eleven dikelola oleh PT Modern Putra Indonesia. Saat ini, 7-Eleven membuka cabang-cabangnya di Jakarta dan akan membuka cabang di kota lain juga, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Palembang, dan Medan.

7-Eleven menyatukan konsep minimarket dan kafe sehingga membentuk suatu convenience store yang memungkinkan pelanggan untuk duduk dan bersantai sambil menikmati makanan yang tersedia di dalamnya.  Tanpa banyak publikasi dan promosi, 7-Eleven berhasil membuka 13 gerai di Jakarta.

AnNALISIS PORTER

Model Lima Kekuatan Porter merupakan peralatan yang digunakan untuk membantu organisasi menghadapi keputusan yang menantang untuk memasuki industri atau segmen industri baru. Berikut ini analisis lima kekuatan Porter terhadap 7-Eleven:

1.   Kekuatan tawar-menawar pembeli

Kekuatan tawar-menawar pembeli 7-Eleven cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari dominasi pembeli, kapasitas pembelian, diferensiasi dan jumlah produk, serta switching cost.

Jumlah pembeli dari 7-Eleven sangat besar dan pembeli ini didominasi oleh kelompok tertentu. Sebagai tempat hang out, 7-Eleven didominasi oleh yang berumur 15 – 35 tahun. Semakin  besar dominasi oleh suatu kelompok tertentu terhadap suatu produk, maka semakin kuat kekuatan tawar-menawar pembeli.

Adapun semakin besar pengeluaran yang harus ditanggung pembeli terhadap suatu produk, maka pembeli akan cenderung lebih selektif dalam membelanjakan dananya sehingga memperkuat kekuatan tawar-menawar pembeli. Dalam kasus 7-Eleven, produk yang ditawarkan (makanan dan minuman) tidak menuntut pengeluaran yang besar bagi pembeli karena harga yang ditawarkan memang harga keseimbangan yang ada di pasaran.

Dari segi diferensiasi produk, produk yang ditawarkan oleh 7-Eleven maupun kompetitor-kompetitornya kurang lebih sama, yaitu makanan dan minuman dengan berbagai merek. Hal ini menandakan kurangnya diferensiasi produk. Kurangnya diferensiasi produk menjadikan pembeli lebih mudah menemukan produk yang sama di perusahaan lain dalam industri yang sama, dalam hal ini para kompetitor 7-Eleven. Terlebih lagi, produk makanan dan minuman tersedia dalam jumlah yang cukup banyak. Kemudahan menemukan produk yang sama dengan jumlah yang banmyak ini memperbesar kekuatan tawar-menawar pembeli.

Selain itu, rendahnya diferensiasi produk membuat switching cost juga menjadi rendah sehingga meningkatkan kekuatan penawaran pembeli.

2.   Kekuatan tawar-menawar pemasok

Pemasok di sini adalah seluruh mitra yang bekerja sama dengan 7-Eleven yang menyuplai produk-produk yang akan dijual. Kekuatan penawaran pemasok untuk 7-Eleven tergolong lemah. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis beberapa variabel. Variabel-variabel yang digunakan untuk menganalisis kekuatan tawar-menawar pemasok yaitu dominasi pemasok, produk pengganti, serta pasar dan produk pemasok.

Di Indonesia, terdapat banyak sekali pemasok bisnis retail. Misalnya untuk biskuit ada dari Roma, Kraft, dan sebagainya. Banyaknya pemasok bisnis retail menyebabkan kekuatan tawar menawar harga oleh pemasok terhadap 7-Eleven cenderung rendah. 7-Eleven memiliki banyak pilihan pemasok dan bebas memilih pemasok yang mampu menyediakan harga terendah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada indikasi dominasi pemasok.

Selain itu, produk pengganti makanan dan minuman mudah ditemukan. 7-Eleven menyediakan berbagai macam makanan dan minuman dengan berbagai merek sehingga kehilangan satu pemasok tidak menjadi masalah yang besar. Hal ini mengindikasikan rendahnya kekuatan tawar menawar pemasok.

7-Eleven bukanlah satu-satunya pasar bagi pemasok. Hampir semua pemasok 7-Eleven juga menjual produknya secara mandiri dan mempunyai saluran distribusi selina 7-Eleven. Hal ini memperkuat posisi mereka sebagai pemasok. Namun, produk pemasok saat ini tidak menjadi satu-satunya produk yang ada di 7-Eleven. Selain menjual produk dari pemasok, 7-Eleven juga menjual produk-produk buatan sendiri sehingga pemasok tidak sepenuhnya mengisi produk yang ditawarkan di 7-Eleven. Hal ini mengakibatkan turunnya kekuatan penawaran pemasok.

3.   Ancaman pendatang baru

Ancaman pendatang baru terhadap 7-Eleven termasuk lemah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, persaingan yang ada sangat ketat. Saat ini, 7-Eleven tengah bersaing dengan Circle K, Indomaret Point, dan minimarket serta convenience store lain yang memiliki ribuan gerai di Indonesia. Probabilitas untuk kalah bersang akan lebih besar mengingat pendatang baru belum memiliki banyak pengalaman dan strategi. Oleh karena itu sulit bagi pendatang baru untuk memasuki pasar tanpa adanya strategi yang inovatif.

Kedua, saat ini sudah dulit ditemukan lokasi yang strategis untuk memulai bisnis retail dengan konsep kafe seperti 7-Eleven. Hal ini karena sebagian besar lokasi yang strategis telah terisi oleh convenience store, minimarket, atau kafe lain.

Ketiga, biaya yang dibutuhkan untuk memulai bisnis seperti 7-Eleven tidaklah sedikit. Biaya termasuk pembangunan gedung, permohonan izin, pembelian produk dari pemasok, dan sebagainya.

Ketiga faktor di atas menjadi alasan utama mengapa para pebisnis enggan memasuki usaha retail seperti 7-Eleven. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ancaman pendatang baru bagi 7-Eleven adalah rendah.

4.   Ancaman produk pengganti

Ancaman produk pengganti bagi 7-Eleven sangat tinggi. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Pertama, banyaknya jumlah restoran, kafe, dan warung yang ada. Dengan fungsi yang sama, restoran, kafe, dan warung tersebut dapat menggantikan makanan siap saji milik 7-Eleven. Bahkan, mereka menyediakan lebih banyak variasi produk dan layanan. Selain itu, mereka juga mudah dijangkau, sama seperti 7-Eleven.

Kedua, saat ini bisnis retail sudah beranak-pinak di Indonesia, tidak terkecuali bisnis retail dengan konsep yang sama seperti 7-Eleven. Siapapun dapat berpindah dari yang dulunya loyal terhadap 7-Eleven menjadi loyal terhadap Indomaret Point, Circle K, dan sebagainya. Selain itu, biaya  yang dibutuhkan untuk berpindah dari 7-Eleven ke produk pengganti lain pun tergolong rendah. Fakta ini menurunkan loyalitas pelanggan.

5.   Ancaman kompetitor

Saat ini, 7-Eleven tengah berada dalam persaingan yang sengit dengan kompetitor-kompetitornya. Kompetitor-kompetitor ini berasal dari convenience store maupun minimarket lain yang saat ini jumlahnya sudah mencapai ribuan jumlahnya (di Indonesia). Contohnya, Circle K dan Indomaret. Dilihat dari jumlahnya, pesaing utama 7-Eleven tidaklah banyak, tetapi persaingan yang terjadi memang membuat 7-Eleven sedikit was-was. Hal ini terlihat dati diferensiasi produk yang ada. Apa yang dilakukan oleh kompetitor-kompetitor ini adalah amati, tiru, dan modifikasi.

Indomaret yang dulunya hanya menggunakan konsep minimarket, kini berkembang menjadi convenience store yang juga menarik konsep kafe sama seperti 7-Eleven. Gerai Indomaret dengan konsep kafe ini dilkenal dengan Indomaret Point. Indomaret Point tidak hanya menyediakan makanan, minuman, dan majalah, tetapi juga bekerja sama dengan sejumlah toko kue yang memungkinkan pelanggannya memesan berbagai jenis kue di gerai mereka dan selanjutnya Indomaretlah yang meneruskan pesanan ini ke toko kue yang dituju. Layanan ini mejadi poin plus bagi Indomaret Point mengingat 7-Eleven belum memiliki layanan ini.

Adapun untuk Circle K, meskipun hingga saat ini masih belum menjadi tandingan 7-Eleven dan masih berada dalam tahapan meniru, perhatian dan pengawasan ekstra harus dicurahkan untuk brand ini karena tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti Circle K akan dapat melakukan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan value-nya sehingga dapat menarik perhatian pelanggan sama seperti Indomaret Point

Dalam waktu hanya beberapa tahun, telah banyak dibuka gerai-gerai yang serupa baik dari 7-Eleven maupun kompetitor-kompetitornya. Hal ini menunjukkan persaingan yang sengit dan mengindikasikan perkembangan pasar yang cukup pesat.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kekuatan tawar-menawar pembeli tinggi, sehingga 7-Eleven dan kompetitor-kompetitornya berlomba-lomba menarik perhatian pelanggan sehingga meningkatkan persaingan. Adapun kekuatan tawar-menawar pemasok yang rendah menyebabkan menyebabkan 7-Eleven dan kompetitornya sama-sama dapat memilih pemasok yang tepat untuk pengembangan bisnisnya. Ancaman produk pengganti yang cukup tinggi meningkatkan persaingan di antara para pebisnis retail. Karena sengitnya persaingan ini, sangat sulit bagi pendatang baru untuk memasuki pasar.

Dari keseluruhan situasi yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa persaingan 7-Eleven dengan kompetitor-kompetitornya cukup sengit. Karena sengitnya persaingan ini, sangat sulit bagi pendatang baru untuk memasuki pasar. Tetapi, bisnis 7-Eleven hingga saat ini masih menunjukkan perkembangan yang baik di pasar dan masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih inovatif lagi.

Untuk menangani para kompetitor ini, 7-Eleven perlu melakukan lebih banyak inovasi dan jika memungkinkan, 7-Eleven sebaiknya menghadirkan modifikasi yang sulit ditiru oleh para kompetitornya sehingga dapat menjadi cirri khas bagi brandnya.

ANALISIS STRATEGI PORTER

Sebuah organisasi dapat mengikuti 3 strategi generik Porter ketika memasuki sebuah pasar baru, yaitu:

1.   Broad cost leadership

Dalam strategi ini, pemasar berusaha mengefisienkan penggunaan biaya sehingga produk dapat ditawarkan dengan harga yang lebih rendah untuk dapat memperoleh pangsa pasar yang lebih besar.

2.   Broad differentiation

Dalam strategi ini, perusahaan lebih memusatkan perhatian pada usaha untuk  menciptakan ciri produk yang khas serta dalam program pemasaran, sehingga dapat memenangkan persaingan dengan membuat citra yang khas pada konsumen.

3.   Focused strategy

Dalam strategi ini, perusahaan memusatkan usahanya untuk melayani sebagian kecil segmen pasar dengan mengenalil pasar yang dituju secara rinci dan menerapkan keunggulan biaya menyeluruh atau diferensiasi pada segmen kecil tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat diamati bahwa 7-Eleven menggunakan strategi broad differentiation. 7-Eleven berusaha menjadi unik dalam industrinya. Cara yang dilakukan (atribut diferensiasi) 7-Eleven yaitu dengan menerapkan konsep kafe dalam bisnis retailnya. Di 7-Eleven pelanggan dapat membeli makanan, snack, minuman, dan bahkan majalah untuk menemani pelanggan menikmati santapan mereka. Tidak seperti minimarket dan convenience store biasa, 7-Eleven menyediakan meja dan kursi layaknya kafe sehingga pelanggan dapat duduk dan bersantai sambil menikmati santapan dan majalah yang baru saja dibeli. Sistem penyerahan produknya juga cukup unik, misalnya untuk produk minuman Slurpee, pelanggan dapat mengkombinasikan sendiri rasa yang diinginkan dan mengambil produk langsung dari mesinnya. Dengan strategi ini, 7-Eleven dapat menjangkau pasar yang lebih luas, memberikan pelayanan yang unggul, dan meningkatkan loyalitas pelanggan karena terikat dengan fitur-fitur diferensiasi tersebut.

Tentang claronwordpress

This is the real me !!!
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s